Wisata Pulau Banda Neira

Wisata ke pulau Banda Neira dengan sewa kapal phinisi. Berkualitas dan harga terjangkau

  • Harga Bersahabat
  • Pengawasan Crew dan Ranger Professional
  • Pilihan Paket Tour yang Beragam

Sensasi Bermalam di Atas Kapal Sambil Menikmati Paket Wisata Pulau Komodo

Tak ada cara yang lebih baik lagi untuk menikmati Pulau Komodo selain dari atas kapal. Live on board merupakan cara baru menikmati wisata dengan cara bermalam di atas kapal. Hanya ada sedikit agen perjalanan yang menawarkan fasilitas live on board, yang paling bisa diandalkan tentunya SewaBoat.

Pulau Komodo menawarkan pemandangan luar biasa menarik yang dominan dengan atraksi air. Itu sebabnya, menikmati Pulau Komodo dengan sewa kapal phinisi komodo merupakan opsi terbaik. 

Demi mendapat pengalaman terbaik, kapal yang disewa dan paket wisata Pulau Komodo yang diambil harus bisa diandalkan. Dikenal dengan berbagai atraksi air, Pulau Komodo menawarkan berbagai spot menarik yang bisa dieksplor dengan cara sewa kapal phinisi komodo. SewaBoat menawarkan sewa kapal phinisi komodo lengkap dengan berbagai fasilitas nomor satu. Dalam paket wisata Pulau Komodo live on board, SewaBoat menyediakan kamar yang sudah dilengkapi pendingin udara dan toilet pribadi.

Setidaknya ada lima jenis paket wisata Pulau Komodo yang ditawarkan SewaBoat yang dibedakan berdasarkan durasi wisata. Selain bisa disesuaikan dengan durasi wisata, SewaBoat menawarkan fleksibilitas lebih untuk memilih atraksi atau destinasi yang diinginkan.

Beberapa destinasi unggulan dari paket wisata Pulau Komodo yang bisa dipilih adalah Pulau Komodo, Pantai Pink, Pulau Kanawa, Pulau Kelor, Labuan Bajo, Manta Point, dan lain sebagainya. Atraksi dan destinasi ini bisa dipilih sesuai paket yang ada tanpa perlu tambahan biaya lagi.

Paket wisata Pulau Komodo live on board juga mencakup antar jemput dari dan ke hotel, bandara, dan dermaga. Fasilitas lain yang tersedia yaitu makan 3x sehari plus 2x snack, pemandu tur, juga alat menyelam jika ingin menikmati sensasi bertemu manta.

Kapal yang digunakan untuk bermalam dan berkeliling selama menikmati paket wisata Pulau Komodo berjenis phinisi, yang merupakan jenis kapal legendaris dan dikenal akan ketangguhannya. Jadi, selagi musim liburan masih jauh, segera kunjungi SewaBoat dan reservasi paket wisata Pulau Komodo!

Galeri

Paket Tour

Full Day

Nikmati paket tour menjelajahi pulau-pulau sekitar Labuhan Bajo, seharian dengan destinasi 5 pulau.

Mengapa Memilih Kami ?

Guide

Tour Guide Professional
Tour guide professional Sewaboat siap mendampingi Anda di sepanjang perjalanan.

Discounttinggi1

Harga Terbaik & Bersaing
Pesan paket liburan Anda sekarang dan dapatkan diskon sampai dengan 30%!

Insurance

Keamanan & Fasilitas Terjamin
Sewaboat memiliki fasilitas yang lengkap untuk kenyamanan & keamanan di sepanjang perjalanan.

Testimoni Klien

Hari terbaik yang pernah ada! Stafnya sangat ramah & membantu. Semua yang ada di kapal sangat fantastis!

Gloria
Gloria

Kami sangat puas dengan paket tour dari Sewaboat. Pulau dan komodo di habitatnya sangat indah!

Eddie Wallace
Eddie Wallace

Awak kapal & pemandu Sewaboat sangat bersahabat. Kami juga puas sekali dengan Professional rangersnya.

Hugo Mullins
Hugo MullinsWashington, DC

Isi data Anda sekarang untuk dapatkan diskon hingga 15%!
Tim kami akan menghubungi Anda untuk infokan Paket Tour Sewaboat.

Paket Wisata Pulau Komodo

Bersama SewaBoat

 

Ada sejumlah atraksi menarik yang bisa dinikmati di Pulau Komodo. Atraksi air merupakan daya tarik utama yang ditawarkan Pulau Komodo, begitu juga deretan pemandangan pulau yang berjajar indah. Semua pesona alam tersebut bisa dinikmati cukup dengan mengambil paket wisata Pulau Komodo.

Untuk menikmati pesona pulau ini, sewa kapal phinisi komodo yang disediakan SewaBoat bisa menjadi opsi yang menarik. Dengan bermalam di kapal phinisi, beragam atraksi dan destinasi bisa dijangkau dengan mudah, tentunya didukung oleh fasilitas yang luar biasa nyaman.

Pulau Besar Komodo

Pulau Komodo tak bisa dilepaskan keberadaannya dari Taman Nasional Komodo yang terdiri dari 29 gugusan pulau. Tiga yang utama yaitu Pulau Besar Komodo, Pulau Rinca, dan Pulau Padar yang semuanya dikelilingi pulau kecil. Dengan lanskap yang demikian, sewa kapal phinisi komodo sangat dianjurkan. Taman Nasional Komodo berlokasi di Kepulauan Sunda Kecil dan sengaja didirikan sebagai wilayah konservasi spesies kadal terbesar di dunia, komodo. Pulau Besar Komodo merupakan destinasi utama di antara semua gugusan pulau yang tergabung dalam Taman Nasional Komodo. 

Selain untuk melindungi komodo, taman nasional yang didirikan pada tahun 1980 juga bertujuan melindungi spesies lain seperti hewan laut. Karena menawarkan perlindungan hewan endemik, Pulau Komodo kemudian dinyatakan sebagai satu di antara situs warisan dunia oleh UNESCO. Satu hal menarik yang bisa disaksikan dari Pulau Komodo yaitu interaksi antara manusia dan komodo. Terdapat percampuran habitat yang harmoni di Pulau Besar Komodo, yang mana tak bisa dijumpai di lokasi lain. Dengan sewa kapal phinisi komodo, menyaksikan interaksi ini akan menjadi lebih mudah.

Sebagai spot utama, wajar jika Pulau Besar Komodo menjadi destinasi paling banyak diminati dan sering ditawarkan dalam paket wisata Pulau Komodo, baik domestik maupun internasional. Spot unggulan ini bisa diakses melalui Labuan Bajo di Flores, atau melalui Bima di Sumbawa. Konservasi satwa endemik komodo dipusatkan di Kampung Komodo. Itu artinya, setelah mencapai Pulau Besar Komodo, dengan catatan perjalanan dilakukan dengan sewa kapal phinisi komodo, wisatawan harus melewati jalur khusus untuk mencapai Kampung Komodo. 

Ada banyak pemandangan menarik yang bisa dilihat menuju Kampung Komodo. Loh Liang merupakan spot yang harus dilewati. Spot ini berupa gunung dengan bebatuan alam yang sangat menakjubkan. Warga lokal menyebutnya dengan Gunung Ara, yang mana jarak tempuhnya sekitar 3-4 jam. Meski harus melewati gunung, jalur menuju Kampung Komodo sangat mudah dilewati, bahkan jika tak punya pengalaman mendaki sama sekali. Pemandangan eksotis Pulau Besar Komodo akan terlihat jelas dari Gunung Ara, dan termasuk spot favorit untuk mengambil gambar. 

Sampai di Poreng Valley, satwa endemik komodo akan menyapa. Dari sini, wisatawan bisa menyaksikan komodo diberi makan. Rata-rata panjang komodo di kawasan Taman Nasional Komodo berukuran 2-3 meter dengan bobot 165 kg. Selain atraksi utama menemui komodo, Pulau Besar Komodo juga menawarkan aktivitas lain. Terdapat lokasi trekking yang sangat memanjakan mata. Padang rumput, vegetasi lebat, dan pohon besar khas hutan, semua tersaji di jalur trekking Pulau Besar Komodo.

Terdapat empat jalur trekking yang tersedia dengan panjang bervariasi, antara 1-8 km. Trek terpanjang menempuh jalur hutan-sungai-perbukitan, sedang trek pendek sampai perbukitan saja. Empat jalur trek tersebut melewati Water Hole, yang merupakan tempat minum sekawanan komodo.

Selain di Kampung Komodo, kawanan komodo juga bisa ditemui di Loh Buaya, Pulau Padar, Pulau Rinca, dan Pulau Gili. Khusus Loh Buaya, lokasinya terpisah dari pulau utama, Pulau Besar Komodo. Loh Buaya bisa diakses langsung dari Labuan Bajo via jalur air dengan cara sewa kapal phinisi komodo. Sampai saat ini, Pulau Komodo menjadi satu-satunya pulau di kawasan Taman Nasional Komodo yang dihuni warga. Interaksi menarik antara manusia dan reptil menjadi sajian menarik, dan sering ditawarkan dalam paket wisata Pulau Komodo.

Meski interaksi antara manusia dan komodo bisa berlangsung harmoni, tapi warga setempat tetap tinggal di rumah panggung demi menghindari kontak langsung dengan komodo. Seperti yang banyak diketahui, air liur komodo menyimpan ribuan bakteri berbahaya. Berkat popularitasnya, jumlah kunjungan wisata Pulau Komodo semakin meningkat tiap tahun. Proses ini membawa perubahan pada pola kerja warga lokal, yang mana banyak beralih profesi menjadi pemandu wisata atau ranger. Dengan pemandu profesional seperti yang disediakan SewaBoat, pengalaman menikmati Pulau Besar Komodo akan terasa aman dan menyenangkan. Terdapat beberapa pilihan paket wisata Pulau Komodo yang ditawarkan, dan semuanya dapat disesuaikan kebutuhan.

Pulau Rinca

Pulau Rinca merupakan salah satu spot pilihan terbaik untuk melihat komodo. Sampai saat ini terdapat 2.000 ekor komodo yang bisa dijumpai di Pulau Rinca. Habitat komodo di Pulau Rinca terpusat di Loh Buaya. Akses ke Pulau Rinca lebih mudah jika menggunakan sewa kapal phinisi komodo. Surga Reptil Purba, begitu sebutan Pulau Rinca. Jika ingin berjumpa dengan komodo, Pulau Rinca merupakan tempat yang tepat dibanding pulau lain. Tak heran jika banyak agen perjalanan menawarkan Pulau Rinca dalam paket wisata Pulau Komodo

Bahkan sejak akan berlabuh di Pulau Rinca, jika memakai sewa kapal phinisi komodo, reptil komodo liar sudah menanti di dermaga dengan maksud menyambut tamu datang. Tapi tak perlu khawatir dengan komodo liar tersebut karena terdapat ranger atau penjaga yang selalu siaga penuh waktu. Komodo dinilai berbahaya karena ribuan bakteri yang terdapat pada air liurnya. Karenanya, wisatawan dilarang keliling pulau tanpa ditemani ranger. Tugas ranger tak hanya menjaga wisatawan dari komodo, tapi juga bertugas sebagai pemandu wisata.

Dibanding pulau utama, komodo lebih mudah dijumpai di Pulau Rinca. Sebabnya, Pulau Rinca tak terlalu luas sehingga kesempatan melihat komodo lebih besar. Aktivitas lain yang bisa dilakukan di Pulau Rinca yaitu trekking dan menikmati waktu di pinggir pantai. Atraksi utama di Pulau Rinca selain melihat komodo ialah mengikuti aktivitas pelestarian tanaman bakau. Sebagai bentuk penghargaan, wisatawan akan mendapat kesempatan untuk memberi label nama pada tiap bakau yang ditanam.

Pulau Rinca merupakan pulau terdekat dari Labuan Bajo, sehingga tak salah jika menyambangi pulau ini lebih dulu dengan sewa kapal phinisi komodo sebelum beranjak ke pulau lain. Terdapat satu bukit di Pulau Rinca dengan tinggi mencapai 670 mdpl dan dikelilingi vegetasi yang rimbun. Selain sekawanan komodo, wisatawan juga bisa menyaksikan satwa lain seperti kerbau liar, burung, dan juga babi hutan. Waktu terbaik mengunjungi Pulau Rinca yaitu tengah hingga sore hari, sebab di malam hari kondisinya sedikit rawan karena ulah binatang penghuni pulau. Jika pun ingin bermalam, lebih baik sewa kapal phinisi komodo agar lokasi menginap bisa disesuaikan. Pulau Rinca menyediakan atraksi petualangan yang lebih menantang dibanding di Pulau Besar Komodo. Dengan hamparan savanna di sepanjang jalur, rasa lelah tak akan terasa.

Loh Liang

Masih tergabung di satu area dengan Kampung Komodo, Loh Liang bukan hanya sekedar tempat yang menyuguhkan keindahan bebatuan alam saja. Lebih dari itu, Loh Liang juga berperan sebagai area konservasi untuk sejumlah satwa lain yang ada di Pulau Besar Komodo. Selain satwa endemik komodo, jenis satwa lain yang bisa dijumpai di Loh Liang adalah rusa, babi hutan, hingga ragam jenis burung. Jika beruntung, burung langka kakatua kecil dengan jambul kuning bisa ditemui. Tapi harap bersabar karena burung ini tak selalu muncul tiap waktu.

Jika memang berniat menunggu, bermalam di sekitar Loh Liang dengan sewa kapal phinisi komodo bisa dilakukan. Tak hanya dapat melihat burung, dengan vegetasi cukup lebat, beberapa jenis satwa lainnya juga tinggal di Loh Liang. Loh Liang juga menjadi pusat souvenir khas Pulau Komodo, selain menjadi pusat informasi serta kuliner lokal. Karena popularitasnya, Loh Liang kerap masuk dalam paket wisata Pulau Komodo.

Liang Bua

Kawasan Taman Nasional Komodo juga menawarkan atraksi pra sejarah yang sering didatangi arkeolog dunia. Liang Bua merupakan situs di mana manusia hobbit yang berasal dari Nusa tenggara Timur ditentukan. Para arkeolog dan paleontolog sering mengadakan kajian di situs pra sejarah ini dengan cara bermalam melalui sewa kapal phinisi komodo. Begitu juga banyak agen perjalanan yang menawarkan Liang Buas sebagai bagian paket wisata Pulau Komodo.

Lokasi Liang Bua cukup mudah dijangkau, dan layaknya spot lain di Taman Nasional Komodo, situs Liang Bua menawarkan eksotisme pra sejarah yang bernilai tinggi. Konon, jenis hobbit ini hanya ada satu di dunia, dan itu terdapat di Taman Nasional Komodo di Nusa Tenggara Timur.

Cunca Wulang

Terasa kurang lengkap rasanya jika mengunjungi Labuan Bajo tanpa mampir ke air terjun Cunca Wulang. Atraksi air ini mempunyai ketinggian sekitar 2.000 mdpl dan berada di area Hutan Mbeliling. Sekilas, tampilan Cunca Wulang tampak seperti Green Canyon, hanya saja ukurannya lebih kecil. Di tiap sisi air terjun terdapat tebing bebatuan besar seperti kanal. Aktivitas seru yang bisa dilakukan di air terjun Cunca Wulang yaitu terjun ke dalam air dari tebing yang ada di sekitarnya. Siapapun yang tertarik bisa mencobanya, asalkan dengan hati-hati.

Tebing yang berada di pinggir air terjun mempunyai ketinggian sekitar 5 meter, yang nantinya digunakan sebagai pijakan lompatan. Tapi untuk sampai ke Cunca Wulang, paling tidak diperlukan waktu tempuh 2 jam. Namun demi keamanan, perjalanan sebaiknya dilakukan bersama pemandu.

Satu yang harus diingat, pastikan untuk bertanya pada petugas apakah debit air mendukung aktivitas tersebut. Hal ini karena saat musim kemarau tiba, debit air berkurang sehingga kurang aman untuk digunakan. Atraksi air Cunca Wulang juga bisa dijangkau dengan sewa kapal phinisi komodo.

Pulau Padar

Barangkali tak ada padanan kata yang pas untuk menggambarkan pesona Pulau Padar. Bukan berlebihan rasanya jika mendapati pernyataan bahwa Pulau Padar layaknya bongkahan surga yang berada di bumi. Dan bukan berlebihan juga jika spot ini kerap masuk menjadi bagian paket wisata Pulau Komodo. Pulau Padar menawarkan atraksi berbeda dibanding gugusan pulau lain di Taman Nasional Komodo. Aksesnya mudah, terlebih jika sewa kapal phinisi komodo. Jika kebanyakan spot menawarkan atraksi air, atraksi utama Pulau Padar berupa pemandangan kering seperti padang pasir. 

Saat musim penghujan, Pulau Padar biasanya diselimuti padang hehijauan, tapi berbeda jauh saat musim kemarau menjelang. Dengan karakteristik pemandangan yang demikian, Pulau Padar tak mempunyai penghuni. Pemandangan berbukit membuat Pulau Padar sering dijadikan spot hiking oleh para petualang. Tapi dengan karakteristik yang demikian juga, pulau besar mempunyai pantai panjang dengan perairan yang jernih. Kontur Pulau Padar secara keseluruhan adalah berbukit, dan terdapat tiga palung yang dua di antaranya mengapit tebing. Spot menarik untuk berfoto bukan!

Pulau Padar juga dihuni komodo, tapi jumlahnya sedikit dibanding pulau utama dalam rangkaian Taman Nasional Komodo. Walau demikian, Pulau Padar tetap disertakan dalam paket wisata Pulau Komodo jika sewa kapal phinisi komodo bersama SewaBoat. Pulau Padar bahkan dinilai sebagai destinasi paling eksotis di antara semua kawasan. Dilihat dari segi geografis, Pulau Padar berada di antara Pulau Besar Komodo dan Pulau Rinca, yang dimana cocok jika ditempuh dengan sewa kapal phinisi komodo dan bermalam di antara dua pulau.

Dengan pemandangan yang demikian unik, Pulau Padar kerap dijadikan opsi saat ingin mengunjungi Taman Nasional Komodo. Pemandangan Pulau Padar dominan dengan bebatuan terjal, dan sangat disarankan agar memakai sepatu gunung untuk mengurangi kemungkinan terpeleset. Dilihat dari topografi, Pulau Padar letaknya terpisah tak jauh dari Pulau Rinca. Dua lokasi andalan di kawasan Taman Nasional Komodo ini hanya dibedakan oleh Selat Lintah. Terdapat satu bukit yang banyak dijadikan sebagai spot untuk mengambil gambar seluruh pemandangan Pulau Padar.

Karakteristik utama Pulau Padar yaitu perbukitan hijau tanpa vegetasi lebat. Birunya laut dan pesona keseluruhan pulau bisa dinikmati di bukit ini, dan sering dimanfaatkan sebagai spot favorit untuk mengamati sunrise dan sunset. Dengan pemandangan yang menakjubkan, banyak yang menjadikan spot ini sebagai foto latar pre wedding dan paket wisata Pulau Komodo. Beberapa wisatawan yang sewa kapal phinisi komodo juga sering menginap di spot ini.

Pantai Pink

Gugusan pulau yang tergabung dalam Pulau Komodo menghadirkan pantai dengan karakteristik unik, salah satunya Pantai Pink. Inilah lokasi favorit lain di semenanjung Pulau Besar Komodo, dan sering dijadikan lokasi bermalam untuk wisatawan yang sewa kapal phinisi komodo. Sesuai namanya, nama pantai pink diambil dari warna pasirnya yang merah muda. Warna merah muda pada pasir disebabkan serpihan koral yang bercampur pasir. Itulah kenapa, Pantai Pink sering dimanfaatkan sebagai area menyelam.

Lokasi pastinya masih tergabung dengan pulau utama, tapi di sisi yang berbeda dari pintu masuk kawasan taman nasional. Diperlukan waktu 30 menit untuk sampai Pantai Pink dengan kapal, tapi lebih hemat waktu jika bermalam di area sekitar dengan sewa kapal phinisi komodo. Cara lain yaitu trekking jalur darat membelah Pulau Komodo dengan waktu tempuh lumayan lama. Keindahan Pantai Pink tak hanya ada pasirnya, tapi juga taman bawah laut berupa karang dan biotanya. 

Sunset di Pantai Pink merupakan idaman siapapun. Cahaya jingga yang berpendar berpadu dengan warna merah muda menawarkan kombinasi sempurna untuk menutup hari. Suasana santai makin terasa saat menghabiskan waktu sembari menikmati sajian lokal khas Pulau Komodo. Itu sebabnya, Pantai Pink sering dipilih sebagai spot terakhir dari rangkaian atraksi di Pulau Komodo dalam beberapa paket wisata Pulau Komodo. Rangkaian atraksi ini umumnya dimulai dari Pulau Komodo, Rinca, Pandar, Kalong, lalu ditutup dengan menikmati sunset di Pantai Pink.

Satu yang menjadi kekurangan pantai pink yaitu ukurannya yang terlalu pendek. Itu sebabnya, menginap di sekitar pantai dengan sewa kapal phinisi komodo sangat disarankan agar tak kehabisan tempat. Pemandangan Pantai Pink dikelilingi bebatuan karang dengan ukuran masif. Itu sebabnya tak ditemukan kafe atau apapun di sepanjang Pantai Pink. Atraksi lain yang bisa dinikmati di Pantai Pink yaitu deretan terumbu karang dengan berbagai jenis. Perairan yang jernih memungkinkan wisatawan berenang menikmati pesona bawah laut. Jika pun tidak, berjemur sambil bersantai di Pantai Pink saja sudah cukup menyenangkan. Lalu kembali bermalam dengan sewa kapal phinisi komodo yang sudah dipesan. 

Terkhusus penggemar warna merah muda, Pantai Pink wajib dimasukkan dalam itinerary perjalanan. Tak masalah apakah hanya ingin menghabiskan waktu dengan berjemur, snorkeling, atau sekedar bermalas-malasan, spot ini bisa mengakomodasi semua kebutuhan.

Gili Laba

Satu di antara gugusan pulau di kawasan Taman Nasional Komodo dinamai dengan Gili Laba. Pulaunya memang kecil, tapi terkenal akan pesona alamnya. Birunya laut ditambah deretan bukit yang eksotis menambah cantik panorama Gili Laba. Terdapat savanna luas yang membentang di Gili Laba, menghijau asri saat musim hujan lalu berubah menjadi cokelat saat musim kemarau. Ditilik dari manapun, Gili Laba sangat tepat bagi penggemar fotografi. Warga lokal sering menyebut Gili Laba dengan Gili Lawa Darat.

Jika kebanyakan spot sunset yang ditawarkan paket wisata Pulau Komodo berada di pantai, Gili Laba menawarkan sensasi menyaksikan matahari terbenam dari atas bukit. Tak butuh waktu lama untuk trekking untuk sampai ke puncak bukit, dan sunset khas Flores bisa disaksikan dari sini. Apalagi jika bermalam di dekat area Giri Laba dengan sewa kapal phinisi komodo.

Manta Point

Bukan rahasia kalau Manta Point di Pulau Komodo merupakan spot yang paling banyak menarik perhatian. Seperti namanya, Manta Point mengindikasikan titik kumpul ikan manta. Di spot ini, wisatawan bisa melihat ikan manta raksasa berlalu-lalang hanya bermodal sewa kapal phinisi komodo. Sebagai gambaran, bentang luas Taman Nasional Komodo yaitu 137 hektar, yang mana 60% kawasannya berupa perairan. Salah satu kawasan perairan yang banyak perhatian dunia yaitu Manta Point. Di spot penyelaman Manta Point, wisatawan bisa melihat ikan manta raksasa.

Tak hanya melihat, pengunjung juga bisa berenang bersama manta, kura-kura, dan hiu. Untuk penggemar atraksi air, Manta Point menyediakan lebih dari sekedar taman bawah laut yang eksotis, tapi juga olahraga air seperti diving atau snorkeling. Agar tak sampai ketinggalan, sebaiknya masukkan Manta Point ke paket wisata Pulau Komodo yang diambil. Jika pun tidak, sewa kapal phinisi komodo lalu bermalam di area Manta Point bisa menjadi opsi.

Ikan manta, atau biasa disebut dengan pari raksasa, termasuk jenis ikan yang mudah ditemui di Manta Point. Berenang bersama pari raksasa jelas akan memberi pengalaman berbeda. Jadi jika tak ingin melewatkan momen seru di bawah air, sangat direkomendasikan membawa kamera tahan air. Masih ada beberapa spot menyelam lain yang sangat direkomendasikan untuk dicoba selama berada di kawasan Taman Nasional Komodo. Antara lain yaitu Batu Samsia, Toko Toko, dan Crystal Rock. Batu Samsia menawarkan atraksi berupa kura-kura, hiu, dan berbagai jenis biota laut lain.

Spot menyelam Toko Toko kerap disamakan dengan istana bawah air. Sajian utamanya berupa terumbu karang dengan beragam jenis warna dan sekawanan ikan kecil yang menghuni. Crystal Rock lebih banyak dihuni ikan berukuran sedang seperti parrotfish, barramudi, ikan katak, dan lainnya. Salah satu cara terbaik menikmati sajian Manta Point yaitu dengan menginap di atas perairan dengan sewa kapal phinisi komodo. Tapi sangat disarankan untuk mendatangi tempat ini antara bulan Maret sampai Desember jika ingin menyertakan Manta Point dalam paket wisata Pulau Komodo. 

Pada bulan tersebut, arah angin, kekuatan arus, dan suhu air sangat mendukung penyelaman sehingga jarak pandang sangat jernih. Baik untuk penyelam pemula atau profesional, Manta Point sangat direkomendasikan karena aman. Ikan pari raksasa yang lalu lalang tak akan mengganggu penyelam, selain itu terdapat pemandu yang sigap menjaga wisatawan.

Labuan Bajo

Ada banyak atraksi yang bisa dilakukan di Labuan Bajo. Dari saat tiba di Labuan Bajo saja, keunikan sudah tampak berkat struktur pelabuhan bertingkat. Keunikan bukan semata untuk menarik pengunjung, tapi karena memang kondisi alamnya. Labuan Bajo tak punya pantai luas, tapi punya daratan yang cukup luas. Desain tak biasa seperti ini dimaksudkan untuk mengakali keterbatasan lahan pantai. Tapi hasilnya justru bisa menjadi spot unik yang menarik untuk dimasukkan ke dalam paket wisata Pulau Komodo.

Labuan Bajo menyediakan banyak titik snorkeling, satu di antaranya yaitu Pulau Bidadari. Pesona alamnya masih asri dan keragaman biota lautnya sangat memanjakan mata. Sangat disarankan untuk mencoba spot penyelaman ini selain di Manta Point dengan sewa kapal phinisi komodo. Masih dalam area Labuan Bajo, terdapat destinasi menarik berupa Pulau Seraya. Seperti spot lain di Taman Nasional Komodo, atraksi utama yang ditawarkan yaitu kecantikan pantai dan kemegahan taman bawah laut, yang mana sering ditawarkan dalam paket wisata Pulau Komodo oleh agen wisata.

Atraksi budaya juga bisa ditemukan di Desa Adat Melo. Dibanding desa adat lain, nilai tawar yang diberikan Kampung Melo yaitu atraksi budaya dari warga lokal berupa tarian tradisional. Di tengah dominannya atraksi alam, atraksi budaya satu ini bak oase. Atoll Mangiatan menawarkan pemandangan berbeda. Bentuknya berupa karang luar biasa besar lalu di tengahnya terdapat air yang terjebak, atau biasa disebut laguna. Dari deskripsinya saja sangat eksotis, jadi kenapa tak sekalian dimasukkan itinerary jika sudah sewa kapal phinisi komodo?

Satu lagi spot rekomendasi saat berada di Labuan Bajo yaitu Pantai Pede. Sajian utamanya berupa hamparan pantai dan keelokan perairan. Satu yang membuat Pantai Pede banyak dikunjungi yaitu karena menyediakan spot terbaik untuk mengamati sunset.

Desa Adat Wae Rebo

Atraksi yang disajikan tak terbatas pada alam dan flora faunanya saja. Wisatawan juga bisa menikmati atraksi budaya yang disajikan warga lokal yang terpusat di Desa Adat Wae Rebo. Dari sini, wisatawan bisa menyaksikan bagaimana kehidupan warga lokal yang mendiami kawasan tersebut. Satu ciri khas dari Desa Adat Wae Rebo yaitu rumah dengan desain konstruksi tradisional. Pesona Desa Adat Wae Rebo tak hanya pada keunikan konstruksi rumahnya, tapi pada apa saja yang menyertai. Dan menjadi wajar kalau Wae Rebo sering disertakan dalam paket wisata Pulau Komodo.

Berkunjung ke Desa Adat Wae Rebo tak hanya akan memperkaya koleksi foto saja, tapi juga menambah pengetahuan akan kehidupan suku manggarai serta budaya yang masih melekat. Beberapa warga juga menyediakan rumah sebagai tempat penginapan sehingga bisa membaur dengan budaya lokal. Jika tak punya kesempatan menginap di rumah warga, sewa kapal phinisi komodo dari SewaBoat bisa menjadi opsi. Desa Adat Wae Rebo juga masyhur dengan sebutan desa di atas awan, ini karena lokasinya yang berada di ketinggian. 

Eksotisme akan terlihat dari budaya lokal yang masih kental, dan keunikan bisa terlihat dari konstruksi rumah masa lalu yang masih terjaga. Mayoritas warga lokal masih melakukan aktivitas dengan cara tradisional. Inilah yang menjadi daya tarik utama Desa Adat Wae Rebo. Tapi butuh perjuangan ekstra untuk menuju desa di atas awan ini. Wisatawan harus melewati jalur naik sampai 3 jam. Tapi hasilnya luar biasa jika mau menyertakan Desa Adat Wae Rebo ke susunan itinerary paket wisata Pulau Komodo. Dijamin saat mencapai puncak, rasa lelah akan berganti sukacita.

Goa Batu Cermin

Goa Batu Cermin juga bisa dimasukkan rekomendasi jika berkunjung ke Taman Nasional Komodo. Meski diperlukan usaha dan waktu untuk bisa sampai ke spot ini, tapi pesona yang ditawarkan Goa Batu Cermin layak diperjuangkan. Ada semacam keajaiban di dalam Goa Batu Cermin. Saran jika ingin berkunjung ke Goa Batu Cermin, catat dalam itinerary paket wisata Pulau Komodo dan datanglah saat menjelang sore hari. Di waktu ini, cahaya matahari akan menembus celah bebatuan goa lalu memantul dalam air. Itu sebabnya goa ini diberi nama Goa Batu Cermin.

Tak seperti goa lain di Taman Nasional Komodo, Goa Batu Cermin cukup mudah diakses dengan jenis kendaraan apapun. Bisa dikatakan, lokasi Goa Batu Cermin masih di area perkotaan. Sajian utama Goa Batu Cermin berupa deretan stalaktit yang masih terjaga keasriannya. Goa Batu Cermin punya sejumlah lorong gua, dengan rata-rata panjang lorong 200 meter. Menurut satu studi, Goa Batu Cermin menjadi bukti sejarah bahwa Flores di masa pra sejarah terletak di bawah laut. Itu sebabnya, di dinding goa ditemukan banyak fosil biota laut seperti ikan, kerang, dan penyu. 

Dengan akses yang begitu mudah, sudah seharusnya Goa Batu Cermin dimasukan dalam paket wisata Pulau Komodo yang disusun. Dan tak salah juga jika tetap sewa kapal phinisi komodo demi mempermudah akses ke manapun di Pulau Komodo.

Pulau Kalong

Kawasan Taman Nasional Komodo menawarkan banyak spot eksotis untuk menikmati matahari temaram, dan Pulau Kalong merupakan salah satunya. Sesuai sebutannya, pulau ini dihuni banyak kalong dengan berbagai variasi ukuran. Ada sensasi berbeda saat mengunjungi Pulau Kalong jika menggunakan sewa kapal phinisi komodo. Di spot ini, wisatawan bisa mengamati ribuan kalong lokal atau kelelawar Flores. Waktu terbaik untuk menyambangi Pulau Kalong yaitu sore hari, saat ribuan kalong keluar memenuhi langit mencari makan.

Pulau Kalong lokasinya terletak 8 km dari Labuan Bajo, atau 1 jam perjalanan jika ditempuh dengan sewa kapal phinisi komodo. Tak ada ruginya kalau memasukkan Pulau Kalong ke paket wisata Pulau Komodo yang diambil, jelas karena kedekatan lokasi.

Danau Kelimutu

Termasuk satu di antara ikon wisata Taman Nasional Komodo yang paling masyhur. Danau Kelimutu berlokasi di puncak Gunung Kelimutu sehingga untuk mencapainya, wisatawan harus mendaki gunung lebih dulu. Faktanya, tak hanya satu danau saja yang bisa ditemui, tapi tiga. Yang unik dari Danau Kelimutu yaitu warna airnya yang bisa berubah di waktu tertentu. Karena jarak tempuhnya lumayan, sangat disarankan menginap di sekitar area dengan cara sewa kapal phinisi komodo.

Gunung kelimutu tak hanya menyimpan pemandangan alam eksotis, tapi lewat sederet mitos yang menyertainya. Itu sebabnya, Danau Kelimutu sering ditawarkan dalam paket wisata Pulau Komodo dan mudah ditempuh jika sewa kapal phinisi komodo dari SewaBoat. Kearifan lokal dari warga setempat menjadi nilai plus serta atraksi tersendiri, dan sering dijadikan nilai tawar dalam paket wisata Pulau Komodo. Terlebih dengan legenda dan sejarah yang menyertai, membuat Danau Kelimutu kian menggugah penasaran untuk siapapun yang mendengar.

Bagaimana tidak, jika mayoritas gunung hanya mempunyai satu danau di bagian atas, Danau Kelimutu terdiri dari tiga danau yang sama-sama eksotis. Tiga danau tersebut mampu memunculkan warna berbeda, dan menjadi kerugian jika tak mengunjungi spot ini.

Pulau Kambing

Dari 29 gugusan pulau yang tergabung dalam Taman Nasional Komodo, salah satunya diberi nama Pulau Kambing. Pulau Kambing ukurannya lebih kecil dibanding pulau lain, tapi menawarkan keistimewaan sendiri berkat hamparan laut biru yang jernih, cocok untuk bermalam jika sewa kapal phinisi komodo. Terkhusus penggemar atraksi air, Pulau Kambing wajib ada dalam daftar itinerary paket wisata Pulau Komodo yang disusun. Pulau ini menawarkan spot snorkeling dan diving yang luar biasa cantik. Siapapun bisa berenang di pantai ini, dan ombaknya tak terlalu deras.

Jika pun enggan menceburkan diri ke laut, bersantai di bibir pantai atau di atas kapal jika sewa kapal phinisi komodo sambil memandangi laut juga tak masalah. Tapi tak sesuai namanya, Pulau Kambing tidak didominasi kambing, layaknya Pulau Kalong dengan ribuan kalong sebagai penghuni tetapnya. Masih menjadi teka-teki kenapa pulau cantik ini dinamai Pulau Kambing. Tapi apapun alasannya, Pulau Kambing terlalu sayang dilewatkan. Dan itu berarti layak dimasukkan dalam itinerary paket wisata Pulau Komodo.

Pulau Kelor

Terkenal dengan ragam atraksi air, Taman Nasional Komodo menyediakan Pulau Kelor sebagai lokasi favorit diving atau snorkeling. Jika ingin menikmati pesona bawah laut, sangat disarankan menyertakan Pulau Kelor dalam paket wisata Pulau Komodo yang dipilih dengan sewa kapal phinisi komodo. Setidaknya terdapat 260 jenis karang, ratusan spesies ikan, juga kura-kura yang hidup di perairan Pulau Kelor. Spot menyelam di Pulau Kelor sangat mudah dijangkau, apalagi jika kebetulan memilih paket wisata live on board dengan sewa kapal phinisi komodo.

Wisatawan bisa menginap di atas kapal di perairan Pulau Kelor. Jenis wisata live on board sudah disediakan SewaBoat, dan menjadi paket wisata Pulau Komodo yang banyak difavoritkan. Selain keragaman biota laut, pemandangan Pulau Kelor juga teramat sayang untuk dilewatkan. Waktu terbaik menikmati biota laut Pulau Kelor yaitu saat musim kemarau dari atas sewa kapal phinisi komodo. Di musim penghujan, ada potensi air laut menjadi keruh sehingga pemandangan menjadi terganggu. Begitu juga saat ingin mengeksplor pulau, memilih musim panas sangat dianjurkan.

Pulau Kelor menyediakan pemandangan yang masih alami dan tepat untuk mencari ketenangan. Ukuran pulaunya memang tak terlalu luas, tapi sangat memanjakan mata. Pasir putih, vegetasi rindang, dan ombak kecil yang menderu-deru merupakan karakteristik Pulau Kelor. Terdapat koral, karang, dan biota laut lain yang sedap dipandang mata. Ada satu bukit yang biasanya dijadikan spot untuk mengamati seluruh pemandangan Pulau Kelor yang menawan. Jika punya keinginan mendaki bukit Pulau Kelor, segera sertakan spot ini ke dalam paket wisata Pulau Komodo, ditambah sewa kapal phinisi komodo jika memungkinkan.

Danau Sano Nggoang

Semisal ingin mengambil paket wisata Pulau Komodo, khususnya di kawasan Labuan Bajo, terdapat Danau Sano Nggoang yang mendapat predikat sebagai salah satu danau vulkanik terbesar. Pemandangan ini bisa disaksikan dari kejauhan jika sewa kapal phinisi komodo. Layaknya danau lain yang ada di puncak, Danau Sano Nggoang terdapat di bagian puncak gunung golo dewa. Danau Sano Nggoang mempunyai Kedalaman 500 meter dan luas 513 meter. Gunung ini tak terlalu tinggi, jadi tak perlu banyak waktu untuk sampai puncak.

Bahkan bisa dikatakan, spot terbaik untuk menelanjangi seluruh lanskap Labuan Bajo yaitu dari atas danau, atau di puncak gunung golo dewa. Jika dibuat rata-rata, waktu tempuh ke puncak gunung berkisar 50 menit jika mengambil rute dari Kampung Nunang. Keindahan Danau Sano Nggoang tak terbatas pada pemandangan alamnya saja, karena beberapa satwa endemik langka kadang masih bisa dijumpai di sini. Keindahan ini bisa dilihat dari atas kapal, dengan catatan menggunakan sewa kapal phinisi komodo dari SewaBoat.

Di sebelah timur Danau Sano Nggoang terdapat hutan lebat yang menjadi rumah tinggal 90 jenis burung, yang mana empat diantaranya merupakan burung endemik Flores. Sebuah kerugian jika Danau Sano Nggoang tidak disertakan dalam paket wisata Pulau Komodo.

Goa Rangko

Di Taman Nasional Komodo, tak hanya keindahan permukaan alamnya saja yang bisa dinikmati, tapi juga dari dalam. Goa rangko menyediakan sensasi berbeda bagi penggemar petualangan. Oleh warga sekitar, Gua Rangko juga sering disebut dengan Goa Buaya. Jika diibaratkan, Goa Rangko seperti surga tersembunyi dibalik megahnya alam Pulau Komodo. Terdapat sungai bawah tanah berwarna kebiruan yang mengalir, ditambah stalaktit dan stalakmit yang di tiap bagian. Di Goa Rangko, wisatawan juga bisa merasakan sensasi berenang di dalam perut bumi.

Tak ada yang bisa menolak pesona bawah tanah yang disajikan Goa Rangko, dan jika punya waktu lebih, kenapa tak dimasukkan ke paket wisata Pulau Komodo? Bisa dibayangkan, air jernih di ceruk bumi, dikombinasikan dengan megahnya stalaktit dan stalakmit yang terjaga ke-alamiannya.

Sayangnya, Goa Rangko termasuk satu di antara spot yang sulit diakses, yang mana wisatawan harus menyewa pemandu agar tak sampai tersesat. Perjalanan darat harus melewati jalur setapak yang berliku, dan pastinya naik turun sesuai kontur alamnya. Alternatif lain mencapai Goa Rangko yaitu lewat jalur laut dengan sewa kapal phinisi komodo. Jalur ini bisa menghemat waktu jika masih mempunyai beberapa spot lagi yang ingin dikunjungi. Goa Rangko bahkan bisa diakses langsung dari Labuan Bajo. 

Nama Goa Rangko diambil dari lokasi goa tersebut, di Desa Rangko. Untuk melihat Goa Rangko, sangat disarankan untuk menyertakan spot ini saat menyusun paket wisata Pulau Komodo dengan cara sewa kapal phinisi komodo.

Pulau Kanawa

Tak ada yang bisa menolak pesona sunset, apalagi saat berada di Pulau Kanawa. Inilah satu di antara atraksi unggulan yang ditawarkan Pulau Kanawa, selain bentang alamnya yang luar biasa eksotis. Bahkan pesonanya sudah bisa dilihat dari atas sewa kapal phinisi komodo yang digunakan. Sebagai satu di antara destinasi unggulan di Taman Nasional Komodo, Pulau Kanawa menyediakan banyak tempat penginapan agar pengunjung lebih leluasa menikmati sunset dan bermalam di Pulau Kanawa. Tapi jika ingin merasakan sensasi bermalam di atas kapal, wisata live on board bisa dipilih. 

Wisata jenis ini bisa didapatkan dari SewaBoat, di mana wisatawan akan diajak menginap di atas kapal phinisi. Dengan sewa kapal phinisi komodo dari SewaBoat, spot penginapan bisa dipilih sendiri, termasuk spot mana yang ingin dikunjungi saat siang hari. Pulau Kanawa menawarkan pemandangan alam yang terjaga keasliannya, disertai pantai yang luas dan pesona taman laut yang berbeda. Jika kebetulan sewa kapal phinisi komodo, coba lihat sekeliling. Airnya begitu jernih, bahkan biota laut bisa dilihat langsung dari atas kapal. 

Itu sebabnya Pulau Kanawa masuk sebagai salah satu spot menyelam paling populer. Jika diibaratkan, laut Pulau Kanawa sebening kaca, pasir pantainya bersih tanpa noda, terumbu karangnya kokoh seperti benteng, dan ini didukung dengan pemandangan yang istimewa. Dengan alasan apapun, Pulau Kanawa harus dimasukkan dalam susunan paket wisata Pulau Komodo yang dibuat, termasuk sewa kapal phinisi komodo. Banyak rekomendasi menyebut bahwa Pulau Kanawa tak ubahnya seperti akuarium besar karena tingkat kejernihan yang luar biasa. 

Pulau Kanawa sebenarnya tak terlalu besar dibanding pulau lain, hanya 35 hektar, tapi pemandangan yang disediakan tak kalah dengan spot lain di kawasan Pulau Komodo. Ini bisa dilihat dengan lebih dulu sewa kapal phinisi komodo dari SewaBoat. Lautnya berwarna hijau kebiruan dengan pasir putih yang menghampar cukup luas. Fasilitas yang ada di Pulau Kanawa cukup lengkap di mana terdapat penginapan dengan fasilitas beragam. Jadi, tak salah jika memasukkan Pulau Kanawa ke paket wisata Pulau Komodo yang akan diambil.

Taka Makassar

Satu atraksi biasa yang ditawarkan dalam paket wisata Pulau Komodo yaitu Taka Makassar. Spot ini muncul berkat keunikan alam. Taka Makassar sebenarnya berbentuk pulau pasir yang ukurannya lebih kecil dari lapangan sepakbola, dan hanya muncul saat laut sedang surut saja. Di waktu tersebut, Taka Makassar menjadi spot paling favorit untuk dikunjungi. Wisatawan bisa mencoba menjejakkan kaki di pulau pasir tersebut, atau berenang di sekeliling Taka Makassar. Sebagai gambaran, terdapat koral dan terumbu karang dengan warna eksotis di sekitar spot ini.

Bagi penggemar snorkelling dan diving, Taka Makassar bisa menjadi rujukan jika ingin melihat taman bawah laut. Dijamin, hanya ada kepuasan batin setelah selesai menikmati atraksi Taka Makassar. Jadi, sangatlah wajar jika Taka Makassar harus disertakan dalam paket wisata Pulau Komodo.

Sawah Linko

Sawah Linko merupakan desa adat lain yang terdapat di semenanjung Pulau Komodo. Meski sama-sama desa wisata, tapi atraksi yang ditawarkan Sawah Linko berbeda jauh dengan Desa Adat Wae Rebo. Sawah Linko menawarkan atraksi alam berupa sawah dengan pola tak biasa. Sawah diatur sedemikian rupa dengan komposisi tata kelola menarik hingga menyerupai jaring laba-laba. Dengan memilih paket wisata Pulau Komodo di area Sawah Linko, wisatawan bisa melihat nuansa asri pedesaan yang mampu menghilangkan tekanan yang didapat dari rutinitas.

Tak ada yang bisa menyamai keunikan pola Sawah Linko. Pola melingkar, seperti jaring laba-laba dibuat bukan tanpa alasan. Bukan demi tujuan wisata, melainkan karena memang tata kelola sawah menurut adat. Keunikan Sawah Linko ini biasanya disertakan dalam paket wisata Pulau Komodo.

Desa Adat Bena

Opsi lain jika ingin melihat interaksi warga lokal yaitu Desa Adat Bena. Berbeda dengan Desa Adat Wae Rebo yang kental budaya, desa adat bena menawarkan atraksi berupa perkampungan megalitikum. Dari deskripsinya saja, Desa Adat Bena harus ada dalam paket wisata Pulau Komodo yang dipilih. Desa Adat Bena berlokasi di puncak bukit, yang posisinya masih cukup dekat dengan Gunung Inerie. Tapi satu kesamaan dengan Desa Adat Wae Rebo terletak pada konstruksi bangunan rumah yang ditinggali, yang mana masih memakai desain tradisional.

Menyambangi Desa Adat Bena cukup mudah, apalagi jika sewa kapal phinisi komodo, hasilnya bahkan jauh lebih mudah karena kapal bisa berlabuh di sekitar destinasi. Jadi, bukan hanya Desa Adat Wae Rebo saja yang patut dipertimbangkan, Desa Adat Bena juga wajib masuk rekomendasi. Bagaimana tidak, desa ini menawarkan pemandangan Gunung Inerie yang tepat berada di belakangnya, yang semakin menambah eksotis Desa Adat Bena.

Akses ke Pulau Komodo

Secara administratif, lokasi Pulau Komodo berada di Kabupaten Manggarai Barat yang masih menjadi bagian dari Provinsi Nusa Tenggara Timur. Akses termudah menuju Pulau Komodo yaitu melewati Labuan Bajo, yang mana bisa ditempuh dengan kendaraan pribadi. Tapi karena prosesnya sangat rumit, harus berganti pelabuhan hingga delapan kali (Pelabuhan Ketapang, Gilimanuk, Padang Bai, Lembar, Kahyangan, Potonano, Sape, lalu Labuan Bajo), sangat disarankan untuk mengambil paket wisata Pulau Komodo atau sewa kapal phinisi komodo yang disediakan SewaBoat. 

Dengan memilih paket wisata Pulau Komodo dari SewaBoat, perjalanan ke Pulau Komodo tak akan terganggu karena harus membagi konsentrasi waktu istirahat dan kebutuhan menikmati perjalanan. Tersedia beberapa pilihan paket wisata yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan, salah satunya yaitu paket wisata Pulau Komodo.

Taman Nasional Komodo

Dengan begitu banyaknya pesona alam yang kita punya, tak heran jika Indonesia juga punya puluhan taman nasional yang popularitasnya mendunia. Salah satunya adalah Taman Nasional Komodo. Taman nasional ini berada di Kepulauan Sunda Kecil yang berbayasan dengan Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.

Taman Nasional Komodo terdiri dari 3 pulau utama yakni Pulau Besar Komodo, Pulau Padar dan Pulau Rinca. Di sekelilingnya masih ada 26 pulau-pulau kecil yang jika ditotal, luas wilayahnya bisa mencapai 1.733 km2. Saat ini setidaknya ada 4.000 orang yang tinggal secara menyebar di 4 wilayah yakni Komodo, Rinca, Kerora dan Papagaran. Semua desa di tempat ini sudah berdiri sebelum Taman Nasional Komodo diresmikan.

Sesuai dengan namanya, taman nasional yang didirikan pertama kali pada tahun 1980 ini bertujuan untuk melindungi komodo, spesies kadal terbesar di dunia. Belakangan, Taman Nasional Komodo juga dijadikan tempat pelestarian berbagai spesies lain termasuk hewan-hewan laut. Pada tahun 1991, taman ini dinyatakan resmi sebagai bagian dari Situs Warisan Dunia oleh UNESCO.

Untuk bisa sampai ke Taman Nasional Komodo, Anda harus melalui Labuan Bajo di Flores. Rute lain yang bisa ditempuh untuk mencapai taman nasional dengan luas total 2321 km2 ini adalah melalui Bima di Sumbawa.

 

komodp3

 

Pertemuan Berbagai Jenis Flora dan Fauna Unik

Selain komodo yang hidup endemik di sini, kepulauan yang terletak di Sabuk Wallacea ini juga menyajikan keberagaman flora dan fauna khas yang memukau. Di kalangan penyelam, perairan di sekitar Pulau Komodo, Pulau Padar dan Rinca menjadi incaran karena pemandangan bawah lautnya yang indah. Konservasi ini menyimpan lebih dari 1.000 spesies ikan, 260  jenis karang hingga lumba-lumba, paus dan penyu.

komodo2

 

Aktivitas Menarik Wajib Coba di Taman Nasional Komodo

Jika Anda berniat berkunjung ke Taman Nasional Komodo di musim liburan kali ini, ada banyak kegiatan yang bisa Anda lakukan. Apa saja?

Mengamati Kehidupan Fauna di Loh Liang

Untuk para penggemar satwa, melakukan pengamatan terhadap satwa endemik Indonesia mulai dari komodo, babi hutan, berbagai jenis burung hingga rusa bisa Anda lakukan di taman nasional ini. Selanjutnya, Anda bisa mengisi waktu dengan melakukan pendakian dari Loh Liang menuju Gunung Ara.

Dengan fasilitas snorkeling dan diving yang disediakan di Pantai Merah atau Pink Beach, Anda bisa menikmati pemandangan bawah laut dangkal yang memesona. Untuk melihat pusat pengembangan mangrove, Anda bisa mengunjungi Loh Sebita. Ada fasilitas berupa pondok wisata, pusat informasi, kafetaria, dermaga dan jalan setapak untuk melakukan trekking.

Berkunjung ke Loh Buaya di Pulau Rinca

Selain  menikmati pemandangan savana dengan berbagai satwa liarnya, di Loh Buaya Anda bisa melakukan penjelajahan dengan rut eke Wae Waso atau Golo Kode. Pemandangan yang masih sangat alami kerap menjadi objek bidikan kamera para wisatawan yang datang. Di sore hari, Anda bisa melihat gerombolan kelelawar yang terbang keluar mencari makan.

Kampung Komodo

Di kampung ini, Anda bisa melihat secara langsung bagaimana masyarakat berbaur dengan satwa endemik komodo. Ada banyak bebatuan terjal yang akan Anda lihat di sekitar Loh Liang menuju kampung komodo. Bersama pemandu, Anda akan dibawa melewati Poreng Valley dan melihat komodo diberi makan. Warga yang tinggal di sekitar biasanya memiliki rumah panggung di bawah pohon kelapa.

Destinasi Lain

Manta Point

Manta Point

Untuk Anda petualang sejati, berenanglah bersama ikan pari yang lemah lembut di laut antara Pulau Komodo dan Rinca. Kaya dengan plankton yang...

Pantai Pink

Pantai Pink

Pantai yang indah, sangat tenang dan menakjubkan, ideal untuk relaksasi. Pasirnya lembut dan air laut yang hijau toska jernih membuat segala...

Pulau Kanawa

Pulau Kanawa

Nikmati pemandangan sekitar, sembari berjalan temukan berbagai macam flora dan fauna yang menarik. Beberapa hewan asli Flores seperti rusa Timor...

Top
WhatsApp chat